Menu Melayang

faq


Tentang Pengetahuan Hipnoterapi

Pertanyaan yang sering diajukan

Hipnoterapi terdiri dari dua kata: Hipnosis dan Terapi. Hipnosis adalah sebuah kondisi perpindahan kesadaran yang ditandai dengan berpindahnya gelombang otak seseorang dari gelombang otak pikiran sadar di gelombang beta (12 – 25 Hz), ke gelombang pikiran bawah sadar yang sangat rileks yaitu alfa (8 – 12 Hz), theta (4 – 8 Hz) dan delta (0,5 – 4 Hz). Perpindahan kesadaran ini bisa terjadi secara alami, seperti ketika melamun misalnya, atau ketika rileks dan mengantuk, bisa juga terjadi melalui serangkaian proses yang diarahkan secara sengaja, dengan menggunakan pendekatan relaksasi hipnosis misalnya. Saat berada di kondisi ini pikiran bawah sadar menjadi lebih aktif dan reseptif dalam menerima berbagai sugesti atau pesan mental perubahan, disinilah proses psikoterapi dilakukan, dengan kata lain hipnoterapi adalah proses terapi yang dilakukan dalam kondisi hipnosis

Dalam prakteknya, hipnoterapis akan memandu klien untuk mengalami rangkaian proses relaksasi fisik dan mental untuk bisa memasuki frekuensi gelombang otak dimana pikiran bawah sadar bisa diakses optimal. Di frekuensi pikiran bawah sadar ini hipnoterapis akan melakukan penelusuran terhadap memori (theta) dan emosi (delta) yang tersimpan di pikiran bawah sadar untuk menemukan akar masalah. Yang berhubungan dengan masalah yang dialami klien saat ini dan mengaplikasikan teknik psikoterapi untuk melakukan proses intervensi dan resolusi trauma, serta melakukan rekontruksi program yang menjadi penyebab di balik masalah fisik, mental dan emosional yang dialami klien saat ini.

Sama sekali tidak, kondisi hipnosis merupakan fenomena perpindahan kesadaran yang ditandai dengan berpindahnya gelombang otak beta ke alpha atau theta dimana di frekwensi ini kesadaran seseorang justru semakin meningkat untuk merespon sugesti, sementara itu tidur terjadi di gelombang otak delta dimana di frekwensi ini kemampuan seseorang untuk merespon sugesti justru menurun. Kondisi perpindahan kesadaran pada umumnya terjadi dibarengi dengan rileksnya sistem otot dan syaraf dalam diri seseorang, ditambah lagi adanya arahan untuk memejamkan mata maka sekilas hal ini nampak seperti tidur bagi orang awam, padahal sama sekali tidak, klien tetap sadar sepenuhnya dan mampu berkomunikasi dengan baik, hanya saja dalam kondisi rileks perpindahan kesadaran yang nampak seperti tidur.

Tidak, yang terjadi adalah perpindahan kesadaran dan bukannya kehilangan kesadaran, maka klien tetap memegang kendali penuh atas segala yang terjadi dalam proses terapi. Klien tetap menyadari segala apa yang terjadi dan tetap mengingat segala-sesuatunya, hanya saja di level kesadaran berbeda yang membuatnya lebih reseptif dalam menerima sugesti positif, namun semua ini tetap dibarengi dengan adanya kesadaran dan kendali diri. Jika sugesti yang diberikan dirasa bertentangan dengan norma dan keyakinan yang kita anut atau bahkan membahayakan maka sugesti tersebut akan ditolak. Ini yang membuat hipnoterapis hanya bisa memberikan terapi pada klien yang datang karena keinginan sendiri dan tidak bisa menerapi mereka yang datang karena terpaksa (bukan keinginan sendiri). Alih-alih kehilangan kesadaran, yang sesungguhnya terjadi adalah peningkatan kesadaran yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan otak untuk mengakses memori atas berbagai peristiwa sejak lahir dulu, hal ini juga yang menjadi landasan penelusuran akar masalah dalam sesi hipnoterapi, namun sekali lagi hal ini hanya bisa dilakukan jika klien menghendaki dan memercayai hipnoterapis yang memfasilitasi prosesnya.

Hipnosis-hipnoterapi hanya bisa dilakukan pada mereka yang mengijinkan dan menghendaki. Hal ini menjawab pertanyaan mengapa hipnoterapi tidak bisa dilakukan pada klien yang menjalani terapi bukan karena keinginan sendiri, karena disuruh atau dipaksa misalnya.

Tergantung dari jenis rahasia apa yang dimaksud, hipnoterapi bisa membantu seseorang menelusuri akar masalah di pikiran bawah sadar namun kendali untuk mengungkapkan masalah itu terletak pada diri klien, jika klien tidak bersedia mengungkapkannya maka ia tidak akan mengatakannya dan hipnoterapis tidak bisa memaksanya untuk itu. Dalam situasi dimana klien merasa informasi yang harus dikatakannya bersifat rahasia dan berpotensi mengancamnya maka ia akan menahan dan tidak mengatakannya apa pun sugesti yang diberikan, hal ini yang membuat proses hipnosis tidak bisa digunakan untuk menginterogasi atau membuat seseorang berkata jujur. Atas alasan ini juga sesi hipnoterapi bersifat private dan confidential, tidak boleh ada orang lain di ruang terapi selain klien dan hipnoterapis, jika informasi yang klien perlu sampaikan berhubungan dengan orang lain yang ada di ruang terapi maka informasi itu tidak akan tersampaikan dengan baik dan proses terapi tidak akan berjalan efektif. Mengikuti asas private & confidential, klien yang menjalani sesi terapi hendaknya sudah menyadari bahwa kunci sukses keberhasilan sesi terapinya bergantung pada keterbukaannya dalam menjalani proses terapi, maka dalam hal ini sedianya sudah tidak ada lagi rahasia karena semua informasi sekecil apa pun memegang peranan penting untuk menunjang keberhasilan proses terapi.

Jangan memercayai begitu saja apa yang Anda lihat di televisi, apa yang ditayangkan di televisi merupakan aplikasi dari hipnosis untuk hiburan yang disebut stage hypnosis. Dalam proses hiburan praktisi yang melakukan proses hipnosis haruslah piawai mengemas acara agar nampak dramatis, tak jarang ia juga merekayasa adegan dengan bumbu tertentu agar menarik minat penontonnya.

Tentang Layanan Sesi Hipnoterapi

Pertanyaan yang sering diajukan

Hipnoterapi memungkinkan kita untuk menelusuri sebuah masalah sampai ke akarnya yang paling dalam di pikiran bawah sadar dan menuntaskannya dengan lebih efektif. Bukan berarti terapi yang dilakukan di pikiran sadar tidak efektif, karena semua memiliki kelebihan-kekurangannya masing-masing. Yang membuat terapi bawah sadar menjadi efektif karena perubahan yang terjadi di dalamnya akan langsung memberi dampak ke pikiran sadar. Sebagai teknik terapi kompelenter, hipnoterapi bukan menggantikan metode terapi lain, melainkan melengkapinya

Dalam prakteknya, hipnoterapis akan memandu klien untuk mengalami rangkaian proses relaksasi fisik dan mental untuk bisa memasuki frekuensi gelombang otak dimana pikiran bawah sadar bisa diakses optimal. Di frekuensi pikiran bawah sadar ini hipnoterapis akan melakukan penelusuran terhadap memori (theta) dan emosi (delta) yang tersimpan di pikiran bawah sadar untuk menemukan akar masalah. Yang berhubungan dengan masalah yang dialami klien saat ini dan mengaplikasikan teknik psikoterapi untuk melakukan proses intervensi dan resolusi trauma, serta melakukan rekontruksi program yang menjadi penyebab di balik masalah fisik, mental dan emosional yang dialami klien saat ini.

Berbagai macam kasus yang berkenaan dengan masalah emosional, perilaku dan psikosomatis (masalah fisik yang muncul dari emosi), termasuk kebiasaan buruk karena pada dasarnya sikap, perilaku dan kebiasaan yang mengganggu seperti merokok, berjudi menggigit kuku dan lain-lain pun terbentuk karena adanya program yang bersarang di pikiran bawah sadar, maka hipnoterapi menjadi efektif karena penanganannya langsung dilakukan di pikiran bawah sadar.

Sebagai teknik terapi komplementer, hipnoterapi tetap memiliki keterbatasannya, dalam prakteknya hipnoterapis bukan menggantikan praktisi medis dan psikologis yang berwenang, melainkan melengkapi. Itulah kenapa ada beberapa kasus yang akan tetap direferensikan pada praktisi medis dan psikolog yang lebih berwenang karena cakupan penanganan kasusnya lebih sejalan dengan bidang praktik yang mereka tekuni. Dalam hubungannya dengan emosi, perilaku, sikap dan kebiasaan, hipnoterapi tidak diperuntukkan dalam penanganan kasus-kasus yang berhubungan dengan gangguan psikologis dan kejiwaan seperti bipolar, skizofrenia dan gangguan lainnya (dinyatakan dengan adanya vonis resmi dari praktisi berwenang), juga yang melibatkan kasus-kasus berkebutuhan khusus dan gangguan pada fungsi organik otak.

Pertama-tama, kami perlu memastikan bahwa masalah yang dialami adalah benar psikosomatis, hal ini biasa diketahui dengan adanya rujukan/referensi resmi dari dokter yang menangani klien. Psikosomatis merupakan masalah yang muncul secara fisik dalam diri klien namun biasanya tidak diketahui penyebabnya, dalam hal ini emosi negatif terpendam dalam diri klienlah yang memunculkan penyakit-penyakit tersebut sebagai simtom. Hipnoterapis memerlukan kejelasan bahwa psikosomatis yang dialami klien adalah benar adanya dan bukan penyakit fisik yang masih harus ditangani secara medis karena jika hal itu yang terjadi kami akan merekomendasikan klien menemui praktisi medis yang berwenang.

Hipnoterapi bisa dilakukan pada siapa pun yang bisa berkomunikasi secara verbal dan mampu fokus serta menalar arahan dari terapis serta mengikutinya berdasarkan kesadaran dan keinginan sendiri, hipnoterapi tidak bisa dilakukan pada mereka yang kesulitan berkomunikasi, sulit fokus dan menalar arahan hipnoterapis karena gangguan fungsi organik otak. Persyaratan tambahan adalah klien tidak memiliki hambatan medis yang terlampau berat yang dapat terpicu oleh gejolak emosional (sakit jantung, asma, epilepsi dll). Bagi anak-anak, persyaratan utama mereka adalah sudah bisa berkomunikasi dengan baik dan fokus pada arahan (dari pengalaman selama ini biasanya yang berusia 14 tahun ke atas).

Khusus untuk penanganan kasus yang dialami anak-anak, hipnoterapi tidak bisa dilakukan begitu saja, melainkan harus melalui proses konseling yang memadai pada kedua orangtua sebelum diputuskan memfasilitasi proses terapi pada anak. Dua alasan yang melandasi hal ini: Anak adalah cerminan orang tua, seringkali masalah pada anak adalah cerminan dari masalah orang tua yang tidak terselesaikan, ketika masalah orang tua bisa terselesaikan sering kali masalah pada anak terselesaikan dengan sendirinya. Anak adalah hasil dari pengasuhan lingkungan, hipnoterapis perlu mengetahui secara spesifik riwayat pengasuhan dan tumbuh kembang anak dari dulu sampai sekarang untuk mengetahui dengan pasti stimulus penyebab masalah dalam diri anak sebelum menentukan rencana penanganan yang sesuai. Seringkali masalah dalam diri anak terjadi karena masalah komunikasi antar orangtua atau pola pengasuhan yang tidak tepat, ketika stimulus penyebab masalah yang bersumber dari orangtua teratasi maka masalah dalam diri anak pun sembuh dengan sendirinya, hal inilah yang akan diulas dalam sesi konseling. Jika kedua orangtua anak tidak bersedia menjalani konseling maka proses hipnoterapi pada anak tidak akan dilakukan. dengan bumbu tertentu agar menarik minat penontonnya.

Layanan hipnoterapi bersama Aang Triyadi hanya bisa diikuti di kantor praktiknya di Cirebon. Sesuai kode etik dan profesionalisme para hipnoterapis, Aang Triyadi menerima panggilan ke tempat klien. Jika klien berasal dari luar kota yang kesulitan untuk datang ke cirebon, kami akan mereferensikan klien menemui rekan sejawat hipnoterapis di kota terdekat dengan tempat asal klien.

Untuk memastikan kualitas terapi yang optimal, satu sesi hipnoterapi hanya diperuntukkan untuk penanganan satu aspek masalah saja. Untuk itu klien perlu menetapkan dengan hati-hati dan jelas apa yang paling utama dan penting untuk ditangani di 1 sesi hipoterapinya.

Hipnoterapi sangat bergantung pada kepercayaan, untuk itu klien perlu percaya sepenuhnya pada hipnoterapis yang menangani. Atas alasan itu pelaksanaan sesi hipnoterapi dilakukan secara private-individual, tanpa disaksikan pihak lain, orang terdekat sekali pun. Aang Triyadi menjamin kerahasiaan segala data dan riwayat sesi dari setiap kliennya. Jika klien ngotot untuk ‘ditemani’ dalam proses terapi atau pengantar ngotot untuk ‘menyaksikan’ jalannya terapi, maka proses terapi tidak akan dilaksanakan.

Secara mendasar, klien hanya perlu menjaga stamina fisiknya sebelum sesi terapi, dengan makan dan jam istirahat yang cukup. Selebihnya, klien harus siap menjalani sesi terapi dengan keterbukaan hati dan pikiran, kesediaan dan komitmen yang sungguh-sungguh untuk berubah. Klien juga harus bersedia menjalankan bimbingan hipnoterapis dengan sungguh-sungguh, termasuk menjalankan tugas-tugas yang diberikan, jika ada, untuk meningkatkan kualitas perubahan yang diperoleh di sesi terapinya.

Pada dasarnya durasi penanganan bergantung pada kompleksitas masalah internal dan eksternal klien, namun sesuai kode etik profesi yang dijalankan, Aang Triyadi mensyaratkan klien untuk siap berkomitmen menjalani penanganan sampai maksimal 4 sesi untuk setiap aspek masalah. Meskipun dari statistik selama ini masalah klien selesai dalam 1-2 sesi saja, komitmen klien untuk siap menjalani maksimal 4 sesi ini tetap menjadi syarat mutlak sebelum memulai penanganan agar klien dan hipnoterapis fokus pada proses perbaikan yang solid. Jika proses perubahan ternyata mensyaratkan lebih dari 1 sesi maka jarak dari sesi sebelumnya ke sesi berikutnya adalah 1 – 2 minggu. Jika ternyata masalah klien selesai dalam 1-2 sesi, maka proses penanganan cukup disudahi sampai di sesi ini saja dan klien tidak perlu kembali untuk penanganan lanjutan atas masalahnya, kecuali klien menghendaki menjalani penanganan untuk masalah lainnya. 1 sesi hipnoterapi berlangsung selama kurang lebih 2-3 jam, bisa juga lebih jika ternyata kompleksitas masalah terbilang tinggi, Aang Triyadi selalu berupaya maksimal agar masalah klien bisa diselesaikan dalam 1 sesi tersebut, kecuali kondisi fisik dan psikis klien tidak memungkinkan untuk itu.

Blog Post

Related Post

Mohon maaf, belum ada postingan.

Chat WA

Hubungi Saya Via WhatsApp

Back to Top